Tampilkan postingan dengan label Day to Day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Day to Day. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Bergerak, Berkah

Air yang bergerak, pasti banyak manfaat. Lihat saja air untuk irigasi, syarat utama irigasi adalah air itu dapat bergerak. Lihat saja air penggerak turbin, mengubah energi gerak menjadi energi listrik, gerak. Lihat saja air wudhu, jika tidak bergerak, wudhunya tidak sah, gerak. Lihat saja air yang sedang mendidih, jika molekulnya tidak bergerak, maka urung lah dia untuk menjadi air matang. Lihat saja air yang ada dalam tubuh kita, darah, jika dia sudah tidak lagi bergerak mendistribusikan saripati makanan dan zat sisa, maka "end" sudah umur kita.

Begitu juga manusia, sebisa apapun, kita harus tetap bergerak. Tidak boleh menganggur, tidak boleh diam, tidak boleh menyerah. Gerakkanlah badan kita, ide kita, otak kita, pikiran kita, hati kita. Gerak dan perubahan adalah syarat tetap bisa diterimanya kita sebagai manusia bermanfaat.
Selamat pagi, dan selamat bergerak untuk keberkahan.

Salatiga, 27-10-2013

Minggu, 01 Juli 2012

Keajaiban Ritual Cium Tangan

Kemaren (1 Juli 2012) ketika saya sedang silaturrahim dan bercengkerama dengan teman-teman dari jamaah huffadz. Ngobrol ngalor dan ngidul, sampailah obrolan pada sebuah topik mengenai kekuatan sebuah ritual yang lazim kita temui dalam kehidupan keseharian, yaitu ritual cium tangan. Ritual ini kental sekali dengan dunia pesantren, dimana para santri sering mencium tangan sang kiyai atau ustadz, ataupun di kehidupan sehari-hari antara anak dan orang tua.

Mencium tangan adalah ritual yang melambangkan penghormatan kepada yang lebih tua atau kepada orang yang disegani. Lain halnya dengan budaya barat, mencium tangan biasa dilakukan seorang pria kepada wanita sebagai wujud kekaguman pada kecantikan fisik atau juga penghormatan kepada seorang wanita yang disegani. Di lingkungan pesantren kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang menurut para santri, suu'ul adab atau kurang tatakrama kalau bersalaman tanpa mencium tangan kepada kiyainya. Juga merupakan penghormatan si santri kepada ilmu kiyainya. Bahkan ada juga yang ekstrim mencium sampai dihayatibeberapa menit sebagai wujud kecintaannya kepada sang kiyai.

Ada beberapa pendapat yang menganggap ritual mencium tangan kepada kiyai merupakan hal yang berlebihan, mengkultuskan, tidak ada dasarnya dsb. Tapi menurut saya kalau boleh saya berpendapat dalam blog saya sendiri ini (hehe ya bolehlah), itu hal yang baik dan tidak masalah. kenapa?
1. Mencium tangan sebagai wujud penghormatan dan kerukunan, nggak mungkin mencium tangan atau dicium tangannya sambil marah-marah..
2. Mencium tangan memunculkan aliran kasih sayang yang luar biasa antara keduanya. Kalau tidak percaya, coba saja kepada orang yang lebih tua, yang mungkin kita pernah ada salah, kemudian ciumlah tangannya, minta lah maaf, tidak mungkin kemarahan akan berlanjut.
3. dan masih banyak lagi

yang jelas, aliran kasih sayang akan terasa ketika kita mencium orang yang kita hormati, cobalah, dan rasakan.. Biasakan cium tangan guru kita, kiyai kita, ayah, ibu, kakak, dan mertua kita. coba saja.
Mungkin ada menantu yang sedang  tidak rukun dengan mertua, ada murid yang tidak rukun dengan guru, ada anak yang sedang marahan dengan ayah ibu cobalah, cium tangan mereka, dan rasakan aliran perdamaian dan kasih sayang itu.


Jogjakarta, 2 Juli 2012, Ruang Perpustakaan MTS UGM

Rabu, 20 Juli 2011

Biarkan Mengalir, Tapi Jangan Asal Mengalir

Ramadhan yang kita rindu sebentar lagi akan datang. Hari seakan mengalir dengan tanpa bisa terbendung. “Mengalir” adalah sebuah kata yang erat kaitannya dengan fluida, atau lebih mudah di bayangkan adalah air. Begitulah kehidupan kita. Mengalir, mengikuti arus, kemudian akan menuju ke muara aliran. Beruntunglah jika kita adalah air yang sempat memberikan manfaat bagi setiap yang dilewatinya. Beruntunglah air yang sempat mampir ke turbin untuk menghasilkan listrik. Beruntunglah bagi air yang sempat mengairi sawah. Beruntunglah bagi air yang sempat terminum oleh manusia atau hewan, bermanfaat bagi sesama makhluk. Beruntunglah air yang terpilih untuk mendapatkan kalimat toyyibah dari Alquran, yang kemudian menjadi obat seperti telah pernah Rasulullah lakukan. Namun alangkah sedih jika menjadi air yang harus memberikan bencana. Ada air yang akan bersedih ketika dia tidak terawat dan harus menjadi penyebab penyakit, atau tempat tumbuhnya berbagai penyakit. Air adalah makhluk, seperti kita manusia.
Demikianlah manusia itu. Saya ingin mengibaratkan kali ini manusia dengan air. Ada air yang memberikan manfaat ada air yang membawa penyakit. Ada manusia yang hidup dengan penuh manfaat, tidak hanya untuk kelluarganya atau dirinya saja, namun setiap orang yang ada di sekitarnya akan merasa aman ketika bersamanya. Dia akan merasa damai ketika berada di sisinya, selalu memberikan pencerahan dan spirit positif. Memberikan resonansi getaran positif pada setiap sendi kehidupan manusia. Dia tidak hanya memikirkan apa yang bisa dia dapat dari oranglain, namun selalu dia berfikir apa yang bisa dia berikan untuk orang lain. Dalam benaknya selalu dipenuhi amal sholeh dan serasa tidak lengkap hidupnya sebelum hari itu dihiasi dengan memberikan manfaat bagi orang lain.
Namun ada manusia yang seperti air yang tanpa memberikan manfaat apapun. Atau mungkin seperti air yang hanya mengalir saja, dari hulu ke muara, hanya mengalir, just flow. Manusia seperti ini adalah manusia yang dalam hidupnya hanya memikirkan apa yang bisa kudapat hari ini untuk diriku dan keluargaku. Tanpa pernah berfikir dirinya ada dalam lingkungan yang membutuhkannya. Dia hanya hidup lewat begitu saja, tanpa berkesan bagi orang yang ada di sekitarnya. Hidup hanya untuk mencuekkan dan dicuekkan orang di sekitarnya. Lihat saja orang seperti ini tidak akan ada orang yang bersedih ketika dia pindah rumah atau mungkin meninggal. Karena sama sekali dia tidak mempunyai esensi sedikit pun untuk umat. Kalau seorang ilmuwan atau seorang pejuang atau ulama meninggal, maka akan banyak yang bersedih karena telah hilang sebagian ilmu yang ada di dunia, atau telah hilang semangat yang pernah membara dalam berjuang. Namun ketika orang yang seperti air yanghanya mengalir ini meninggal, maka tidak ada ilmu yang perlu ditangisi, tidak ada nilai spirit perjuangan yang perlu disesali kehilangannya, tidak ada yang perlu ditangisi. Sungguh tragis.
Sedikit renungan, akan ingin jadi seperti air yang manakah kita?
Biar saja hidup ini mengalir, karena memang harus mengalir. Namun jika ada pilihan untuk mengalir ke mana, maka pilihlah muara terbaik dalam hidup kita. Karena itu akan menentukan nilai jual kita di hadapan Allah nanti.

SELAMAT BERPUASA SAUDARAKU. SEMOGA MENJADI PRIBADI YANG BERMANFAAT.
Dikutip dari sebagian diary Saya
2011-07-21, 05:30 AM
Pogung Dalangan, Sinduadi, Bumi Ngayogyakarta Hadiningrat

Kamis, 23 Juni 2011

Mie Ayam

Sangat akrab sekali di telinga dan mata kita dengan nama makanan ini, ya, Mie ayam. Yang laki, perempuan, anak-anak, dewasa, orang kaya maupun miskin, banyak yang suka dengan makanan ini. Rasanya yang khas, harganya yang miring dan mudah di jangkau kantong, sekaligus efek kenyang yang ditimbulkan membuat makan ini banyak menjadi favorit orang Indonesia. Tak perlu pusing jika keadaan perut keroncongan, dan uang di dompet tidak lebih dari 10 ribu, karena ketika kita mengambil keputusan untuk makan mie ayam, kita tidak perlu mengeluarkan uang lebih dari jumlah itu. Tidak percaya? Silakan buktikan. Harga makanan ini berkisar memang antara 4 s.d 10 ribu, murah kan? Selain itu, mencari mi ayam itu tidak sullit, ada yang keliling, ad yang di ruko, ada yang di pasar, ada juga yang di restoran, pokoknya gampang sekali di dapat, hampir-hampir dalam radius kurang lebih 500 meter setidaknya ada 1 tukang jual mi ayam, sungguh makanan rakyat.

Aku suka makanan ini, bagiku paling tidak seminggu sekali aku menyantapnya. Entah kenapa, kalau aku sudah sms istriku sedang cari yang seger-seger, istriku akan bisa menebak kalau aku sedang makan mi ayam. Saat kami jalan berdua untuk mencari makanan, dan sedang dalam keadaan kantong yang kurang bersahabat, muter2 keliling kota, ujung-ujungnya adalah warung mi ayam juga yang akan kami kunjungi. sampai di setiap kota yang aku pernah singgah, Semarang, Solo, Jogja, Pekalongan, dll, pasti aku pernah merasakan mi ayam di sana. Pada kota yang ku tinggali, aku akan memetakan warung mi ayam terdekat yang dapat ku andalkan sebagai P3K (Pert. Pertm. Pd Kelaparan).

Yach..sedikit tulisan ringan ini ku tuls setelah menikmati mi ayam di Jakal, Jogja..

Jogjakara Hadiningrat,
18:50, 23 Juni 2011

Selasa, 31 Mei 2011

Renungan 25

Hari itu, 22 Mei 1986, seorang anak telah lahir bertepatan dengan bulan penuh rahmat dan ampunan. Dua puluh lima tahun yang lalu, anak itu lahir dan menghembuskan nafasnya untuk pertama kalinya di alam yang disebut dunia.

Kini, 22 Mei 2011, anak itu telah tumbuh menjadi pria yang besar dan kuat (kalau nyebut ganteng diteriakin narsis, meskipun pengin).

Sekarang, dia telah mencoba meneguhkan kembali langkahnya, mencari jati diri yang terus di cari meskipun tak pernah hilang. Lebih tepatnya bukan mencari, karena diri inilah yang menentukan what would we want to be.

Di tahun yang ke duapuluh lima ini, tentu saja banyak ingin yang belum terpenuhi, banyak mimpi yang belum menjadi nyata, banyak azzam yang menunggu untuk di wujudkan. Tahukah kawan, bahwa saat usianya genap dua puluh lima tahun tempoh hari, dia serasa menjadi pribadi yang sempurna di antara orang-orang yang disayangi dan menyayanginya. Hidupnya yang baginya hanya sekali, takkan dia sia-siakan untuk mencari sesuatu yang semu. Takkan terbuang detik ini hanya untuk fatamorgana. Dengan belaian sayang dari istrinya, dai mampu melihat dunia ini dari sisi pandang yang jauh berbeda.

Seperti dalam cerita pelem india, dia berjanji dalam dirinya sendiri, bahawa dia harus bahagia, keluarganya harus mmpu merasakan sisi kebahagiaan sesuai dengan apa yang dipandangnya saat ini.

Bahagia yang hadir karena kesederhanaan, bahagia yang hadir penuh dengan cahaya cinta ilmu dan cita.

hidup ini panjang kawan, tapi kau tak perlu menunda kebahagiaan menghampiri dirimu. Ingatlah bahwa materi bukan segalanya, kebahagiaan ada di hati...


loh-loh..kok jadi ngelantur gini..

ya Whatever lah,
di tahun ke 25 ini, aku hanya ingin bahagia, dibahagiakan dan membahagiakan....semuanya
hanya ingin disayang dan menyayangi semuanya
hanya ingin cinta dan mencintai semuanya...


Thanks for my beautiful wife...
thanks to allah

Selasa, 05 April 2011

No Repeatation

......

Sibuk dan menjemukannya menjalani kuliah ini. Rasanya tak henti2 nya kita memang harus menuntut ilmu..Tapi kalau harus di ulang2 terus..bosan juga akhirnya.'

Ilmu akan terinternalisasi dengan kita merasakan sendiri ilmu itu. Belajar menjahit hanya dengan membaca buku menjahit, nggak akan jadi baju yang mau dibuat. Belajar beternak lele dengan membaca buku beernak lele, nggak akan mungkin dapat untung dari beternak.

Artinya kalau dalam proses kita belajar, kita hanya merasakan teorinya saja, apa lagi diulang-ulang..aduh, betapa membosankannya proses belajar itu.

maka seorang sarjana, atau master atau doktor haruslah memberikan karya terbaik berupa thesis atau disertasi. Hidup tidak akan berubah hanya dengan berteori. dan hidup ini akan sangat membosankan jika kita hanya bergulat dengan teori...

Ditulis saat bosan dengan suatu mata kuliah yang pembahasannya diulang-ulang terus..
hehehe



"allow me to write down my conscience"

Jumat, 05 November 2010

Lord, Are You Angry With Us??

Lord, we are really insolent. You command us, to just gets God to You. But we oppose you, although we have You, we also believe that there several power owner beside You. We also have Nyai petruk, Danyang Merapi, Kiyai Sapu Jagat, and also other. Are You sad with that? Lord, please forgive us. As You know, Im really sure that You are all knowing substance, You’re a powerfull substance and the only one, You know that are not all of us get imoral. Lord, please give attention also, look also to some of us, although not many of us, just little, but they devout with what they done. Lord, if you’re really angry with us, when you anger, they heartily fight, in the rain and heat. They help their brother humanity, God, to their integrity, end up this temptation. To their integrity that for a thousand, two or just three thousand rupiahs, broadcasting hardboard, midway, at while rain and heat. To integrity and their tear, end up Lord!

We know, that Merapi is yours, Krakatau is Yours, and all of mounth in the entire of this universe, are yours. When you command them to erupt, immediatelly, they will do, and never oppose, never against your instruction. But, we are Yours also.

Lord, really as it long our really doesn't love this nature, we have over exploited your nature. Some of us, have exploited your sand overacting at merapi’s valley without think about the impact. But Im sure that You know it, they just not many from us, could You forgive us?? If You want to angry, please Lord, angry with them. In order to revive them, that what they have all done are wrong.

Please Lord, end up this disaster, don’t angry with us, and We’ll back to You.

Boyolali, 5th November 2010, 17:10 PM

Minggu, 10 Oktober 2010

Kali Code Jogjakarta

Dear MSTers MH 2010
Di sela-sela penat dan capeknya badanku karena belum sempat tidur nyenyak semalam, ditambah ber arung jeram ria bersama kalian, maka aku paksakan jemariku untuk menulis separuh hari yang tak terlupakan tadi.
Sungai yang biasa lengang itu, tiba-tiba ramai dengan serba-serbi dan perlombaan yang ada. Ada sekitar 18 anak manusia yang kata orang adalah mahasiswa, namun,,hmmmm terlalu mewah kalau di bilang mahasiswa. Kita sebut saja mereka pejuang sampah Kali Code 2010. Hehehe
Selamat atas telah berhasil diperolehnya Gelar Juara 2 setelah melewati babak penyisihan (menyisihkan sampah, hehehe ) tanpa semi final dan final, karena memang rakit kita telah penuh sampah sebelum panitia sempat mengadakan semifinal dan final.
Tercatat dalam memoriku, sebagai pemungut sampah dari rakit, setelah kaliyan melewati babak penyisihan sampah, mengarungi berbagai tantangan dan hambatan yang mengacu adrenalin, insulin, bahkan mungkin testosteron kalian juga, kesimpulannya adalah kaliyan cukup heboh dan kreatif...Hidup MH 2010!!!!
Kenapa? Koleksi kalian dalam durasi waktu kurang dari dua jam sudah bak toko kelontong dan minimarket, ada mulai dari sandal, sepatu, (tapi nggak ada yang sepasang), tikar, plastik sabun, daun, kertas, plastik makanan, plastik minuman dengan berbagai merek tentunya. Al hasil, singkat cerita, kita jadi juara dua, ya mungkin karena jerih payah kita yang patut dihargai. Banyak yang kita alami dalam beberapa hari ini, setidaknya untuk hari ini, yang paling heboh, basah2 an, entah kapan lagi kita akan berbasah ria di Kali begituan, mungkin besok, setahun ke depan setelah kita wisuda, amiin.
Okelah, tetap jaga silaturrahim diantara kita, untuk tman2 yang akan pindah ke kelas Joint Program, ditanggung dech, kelas kalian nggak akan seheboh kelas ini.
Karena kita itu lengkap, Ada pak kepala suku, Bpak Arif Su Giant o yang selalu semangat empat lima, ada pak Nur yang bisa nganalisis daya dukung ban (hehehe, mohon maaf, rumus nya nggak kami pake pak, terlalu sistemik), ada Pak Pimpro, Mas Mas Rur (Mas2rur), yang nggak mau nyebur karena dia saltum, salah kostum, ke kali kok pake Bathik, hehehe, nggak sekalian bersarung saja.
Ada Mbak Nunung yang kalo Foto selalu di depan, lihat aja file2 dokumentasi besok, dia pasti di depan.
Ada Edo yang kemana mana mengembangkan persamaan differensial Edo 1, Edo 2, Edo 3 sampai Edo 5, hehe,
Ada Arik yang Identik dengan Ban kita..jangan lupa Brow, besok Ban2 gedhe itu kita bawa lagi kalo susur gua,
Ada Ardian, yang nyari lokasi lomba memakan waktu 1 jam lebih 59 menit,...lebay
Ada Ipung yang kocak, Ada mbak Ida yang sedang sibuk mengembangkan 26 titik mikrohydronya di Bengkulu, dibagi 2 aja mbak, biar jadi 13 titik titik, ....hehe
, ada mbk Wano, yang tukang bawa uang, laporan kas terakhir adalah kita dapat subsidi dari panitia Merti Code cepek rupiah, Ada Faridh yang Foto gremis, Kamera nya bagus pak, ada tulisannya “ndang balekno kantor”, hehe,
Ada pak Arif Budi yang berbadan gedhe,bermotor gedhe, sekaligus berkebalikan dengan Ridwan yang kecil, dan terlihat sangat menikmati mandi di Code hari ini. Ada pak Ngudi yang dengan rela ikut juga memandikan Hape nya di Merti Code, ckckckck, what a big sacrifice he gift, hehe, semoga nggak rusak. Ada Pak Widiyatmoko yang sudah membuat aku kesaasar di Jogja, muter2 di kauman 2 putaran, tambah 1 lagi dapet doorprice payung spongebob, Dan ada masih banyak lagi, yang setiap dari kalian Unique

Mohon Maaf kawan, its just an intermezzo. Jika ada yang menyinggung perasaan mohon dimaafkan atau call 911.

Jumat, 08 Oktober 2010

Inikah yang disebut dengan maut???

Para pembaca yang budiman, bisa jadi kita sudah sangat akrab dengan kematian di sekitar kita. Bahkan hampir setiap hari baik di dalam kehidupan nyata kita, televisi, maupun dalam mimpi kita. Memang kita tidak boleh berprasangka apapun pada Allah, selain prasangka baik saja, terutama ketika kita mendapatkan mimpi yang kurang baik. Akan tetapi meskipun hanya mimpi, sebaiknya kita mencoba mengambil ibrah dari apapun yang terlintas dalam bunga tidur kita itu. Inilah sedikit cerita tentang apa yang aku alami pagi ini.

Keringat dingin keluar dengan begitu deras, sehingga membuat aku terbangun dari tidurku. Ketika aku membuka kedua mataku, dan kuarahkan ke arah jam dinding yang tertempel di dinding, terlihat menunjukkan pukul 2 dini hari. Dalam hati aku beristighfar berkali-kali, serta sedikit merasa ketakutan ketikaa terjaga itu.

Sebelumnya, dalam penglihatan tidurku, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dalam diriku. Aku menjadi orang yang bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarku dulu yang pernah meninggal. Tidak hanya itu, aku tidak bisa merasakan kembali bersalaman dengan ayahku. Ketika aku mencoba untuk memanggil beliau, beliau pun tidak mendengar. Ketika kucoba sentuh tangan beliau, beliau pun tak mampu merasakan. Aku seperti ada namun tiada. Saat itu, terlihat para sahabat ku, para ikhwah teman seperjuangan, teman kuliah, tetangga, handai taulan dan saudara dekat, semua berkumpul. Dan anehnya, tidak ada satupun yang memperlihatkan rona berseri, semua wajah tertunduk, lesu, sedih dan tanpa tenaga.

Ketika itu aku merasakan suasana duka yang amat mendalam, ingin rasanya hati ini bertanya, ada apakah gerangan dengan rumahku ini. Kenapa ketika semua orang berkumpul, bukannya malah begembira dengan kedatanganku, malah bersedih. Bahkan tidak ada satupun yang menghiraukan kedatanganku, mengindahkan sapa tegurku. Angankupun mulai berfikir hal-hal yang negatif. Hal-hal yang aku pun malas untuk memikirkannya. Mungkinkah ada anggota keluargaku yang meninggal? Mungkinkah adikku yang sedang berada di pesantren sakit, kemudian…..aku tak mampu melanjutkan persangkaanku, dan tanpa aku sengaja, keluar buir airmata tanpa sebab dari kedua mataku.

Namun ketika itu, aku segera tersadar mungkinkah justru akulah yang mereka tangisi, karena akupun telah lupa, apa yang terjadi pada diriku sendiri. Seakan-akan sebagian memori tentang apa yang terjadi pada diriku beberapa hari ini telah terhapus dan tidak mampu kuingat, ku restore ulang. Apakah aku sudah terpisah dari jasadku?

Apakah aku telah tiada?

Apakah Aku telah menjadi mayat?

Apakah aku….

Jika memang jawabannya ia, kenapa aku harus melihat semua ini ya Robb?

Jika memang jawabannya iya, maka harus aku taruh dimana harapan orang-orang yang mencintaiku selama ini?

harus aku bawa kemana amanat yang Allah bebankan kepadaku selama ini?

Ya Allah, bukankah telah engkau tunjukkan jalan yang terang kepadaku belum lama ini? telah Engkau berikan amanah yang harus aku lanjutkan sesuai dengan keinginanmu, telah engkau angkat derajatku sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki?

Lalu bagaimana dengan rencana ku menyelesaikan studiku, menyemurnakan separuh agamaku, mendirikan lembaga pendidikan Al Quran, dan segala rencana yang aku impikan? akankah semua harus selesai begitu saja?

Ya Allah, tangguhkan lah dahulu jika itu benar, berilah aku kesempatan mewujudkan impian-impianku itu.

Bahkan aku pun merasa belum siap, jika engkau harus ambil sekarang.

Aku masih penuh dosa, aku masih sering bermaksiat.

Dan akupun baru sadar, bahwa aku telah menemui malakul maut.

Dan ketika mataku masih bisa terbuka,…ribuan syukur terucap lidahku, karena Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk menghirup udara pagi ini. Melanjutkan simpul-simpul mimpi, agar menjadi kenyataan. Sehingga, wahai para sahabat. Syukurilah dan manfaatkan hidup mu sebelum datangnya maut. Karena Demi Allah, mati dalam mimpi pun rasanya menakutkan, kita tidak mampu lagi berbuat apapun, Apalagi jika itu suatu kenyataan. Ketika kita telah bertemu sang malakul maut, diri kita tiada harganya. Hidupkanlah Hidupmu!!!